Saturday, February 16, 2013

MELAKUKAN PERAWATAN PC

1.Menyiapkan perawatan PC
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan. Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti :
v     Penyedot debu mini
v     Kain kering atau tisu
v     Cairan pembersih / cleaner
v     Disk cleaner
v  Cd Cleanet Sedangkan untuk alat perlu disediakan:
v  Obeng
v  Tang
v  Kuas

2) Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC

a) Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel  pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan.
b) Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering digunakan untuk membersihkan kotoran  yang sulit dibersihkan. Tisu juga dapat digunakan untuk  memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek,  karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan  cairan pembersih dapat digunakan untuk membersihkan layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.
c) Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan komponen periferal dari debu dan kotoran-kotoran yang menyebabkan kerusakan. Karena masalah kotoran seringkali menjadi penyebab periferal tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.
d) Disk Cleaner
Disk cleaner digunakan untuk membersihkan head  dari diskdrive dari pengaruh debu atau kotoran yang  menempel pada head floopy drive.Disk cleaner terdiri  dari cairan pembersih dan floopydisk yang piringannya diganti dengan kertas tisu.
e) CD Cleaner
CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu denganmenggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan  cairan pembersihdengan memanfaatkan putaran. Beda cd  cleaner dengan disk cleanerhanya terletak pada bentuknya yaitu pada cd cleaner menggunakansikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.
f) Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer, karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas komponen dalam PC.
g) Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.

Melakukan perawatan PC

1) Prosedure Pembersihan Komponen pada Periferal
Untuk melakukan pembersihan komponen pada PC harus melalui cara atau prosedure tertentu. Antara satu komponen dengan komponen yang lain berbeda sehingga memiliki urutan atau aturan tersendiri dalam metode pembersihannya. Berikut beberapa komponen PC yang perlu dilakukan perawatan.

a)Casing
Permasalahan yang sering terjadi dalam case komputer adalah debu yang terbawa oleh fan casing komputer itu sendiri atau sarang serangga. Kotoran tersebut selain menggangu keindahan juga dapat berdampak jelek pada fan dan komponen lain pada motherboard. Sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin.
Alat yang digunakan untuk membersih kan case komputer cukup dengan kuas atau dengan penyedot debu mini. Untuk bagian sudut terutama bagian depan perlu diperhatikan pengkabelan yang mudah lepas akibat hentakan terutama pada bagian kabel untuk tombol saklar. Pada bagian belakang yang perlu dibersihkan adalah pada bagian ventilasi atau tempat fan. Karena disinilah debu semua mengumpul akibat hembusan angin yang dibawa oleh fan.

b) Floppy Drive
Floopy drive atau disk drive merupakan komponen komputer yang digunakan untuk penggerak floopy atau disket sebagai media penyimpan data. Disk drive sangat mudah terkena debu atau kotoran yang terbawa oleh disket sehingga dapat menganggu fungsionalitas disk drive. Gejalagejala yang muncul akibat disk drive kotor adalah disket tidak dapat dibaca dan kadang-kadang error. Cara untuk membersihkan disk drive cukup dengan disk cleaner.
Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
v     perasikan sistem komputer.
v     Masukkan disk cleaner yang telah diberi cairan pembersih ke drive A.
v     Pilih drive A:\ sehingga komputer akan membaca drive A. Karena piringan disket diganti dengan kertas tisu yang diberi cairan pembersih maka head akan tersentuh oleh tisu tersebut sehingga akan membersihkan head dari kotoran debu atau kotoran yang lain.
c) CD-Rom dan CD-RW
CD-Rom atau CD-RW merupakan alat yang umum digunakan saat ini untuk membaca dan menulis data ke CD. CD-Rom dan CD-RW merupakan komponen yang sangat murah dibandingkan dengan data yang dapat disimpannya. Masalah yang sering mengganggu pada CDRom dan CD-RW terletak pada optik atau lensanya. Langkah yang digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan CD cleaner. Prinsip kerja dari CD cleaner mirip dengan disk cleaner, hanya bentuknya saja yang berbeda.

Langkah-langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
v     perasikan sistem computer
v     Masukkan CD cleaner, CD cleaner akan berputar dan sikat atau sirip yang melekat pada disk atau piringan akan menyikat optic atau lensa pada CD-Rom atau CD-RW.

d) Hard Disk
Hard disk merupakan komponen yang penting dalam sebuah komputer, karena sistem operasi dan semua program beserta datadata tersimpan dalam harddisk. Hard disk merupakan barang yang mudah rusak. Untuk melakukan perawatan dilakukan dari sisi hardware dan software.

Untuk perawatan dari sisi software, cukup dengan tool-tool yang telah tersedia ketika menginstall sistem operasi. Tool tersebut meliputi scandisk, dan disk defragmenter. Selain tool tersebut juga terdapat tool yang digunakan untuk melakukan low-level format. Low level format digunakan untuk melakukan konfigurasi ulang pada hard disk meliputi pengaturan head, cylender, dan sector. Low level format merupakan format dari segi fisik.

e) VGA Card
VGA card atau sering disebut display adapter adalah komponen komputer yang difungsikan untuk mengolah grafik untuk ditampilkan ke dalam layar monitor. Masalah yang sering timbull dalam VGA card adalah panas yang berlebihan, sehingga untuk mengurangi panas yang berlebihan perlu diperhatikan heatsink dan fan nya. Sebagai perawatannya perlu dilakukan pembersihan dari debu atau kotoran yang lain. Untuk membersihkan fan dan heatsink cukup dengan kuas kecil karena fan pada VGA card juga kecil, sehingga harus disesuaikan dengan ukuran fan nya. Selain itu VGA card sering bermasalah pada fan yang berisik atau berbunyi dengan keras.

Masalah ini bersumber pada fan yang tidak kencang atau putaran fan tidak stabil. Selain itu juga dapat disebabkan dudukan fan yang tidak kuat sehingga tidak dapat menopang fan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan, dan mengencangkan posisi fan dengan tepat sesuai dengan posisinya.

f) Memori
        RAM merupakan komponen primer dalam sebuah komputer. RAM bertindak sebagai media penyimpan sementara pada sistem. Besar kecil nya kapasitas RAM tergantung dari kebutuhan sistem yang akan digunakan oleh program. Semakin besar kapasitas RAM maka akan semakin cepat dan stabil program tersebut dijalankan. RAM perlu dilakukan perawatan agar selalu bekerja dengan optimal. Gangguan pada RAM terletak pada konektor atau kaki-kakinya, dimana jika RAM sering dilepas dan tersentuh oleh tangan dapat menyebabkan korosi bahkan RAM dapat rusak akibat listrik statis.

g) Power supply
Perawatan yang perlu dilakukan untuk merawat power supply adalahd engan memperhatikan kelancaran fan pada power  supply. Karenafan inilah yang mampu mengurangi panas pada  power supply. Selainitu perlu ditambahkan sebuah alat yang  sering disebut stabilizertegangan, karena dengan alat ini akan  meringankan kerja dari powersupply sehingga akan mengurangi  panas yang dikeluarkan oleh powersupply.

h) CPU (Central Processing Unit)
Untuk perawatan pada prosessor adalah dengan memperhatikan tata letak fan sehingga udara dapat berputar dengan lancar. Kemudian perlu dipilih fan prosessor dengan putaran yang tinggi ( minimal 5400 rpm) dan juga perlu dipilih heatsink dengan bahan penghantar panas yang baik, seperti tembaga dan aluminium. Jika sering melepas prosessor jangan lupa untuk selalu mengoleskan silicon grease agar penghantaran panas lebih lancar.

i)Motherboard
Perawatan yang dilakukan pada motherboard adalah dengan menjaga suhu dari motherboard, yaitu dengan memperlancar sirkulasi udara pada system. Karena motherboard tempat tersambungnya berbagai komponen maka kabel-kabel yang tersambung perlu diikat dengan pengikat kabel, selain akan menambah rapi juga akan membuat sirkulasi udara menjadi lancar

j) Expansion Card
        Untuk perawatan expansion card, perlu diperhatikan kaki-kakinya dari pengaruh korosi akibat sentuhan tangan atau penyebab yang lain. Perawatannya cukup dengan cairan pembersih korosi atau dengan menggosok dengan karet penghapus. Selain itu perlu juga dipastikan expansion card terpasang dengan kuat dan sempurna

3.Memeriksa hasil perawatan PC

1) Kondisi yang perlu diketahui dari komponen.
        Dalam mendiagnosis kerusakan pada komponen komputer, terlebih dahulu perlu diketahui keadaan normal dari komponen tersebut. Berikut kondisi dari masing-masing komponen yang perlu diketahui:

a) Casing
Casing komputer jarang mengalami gangguan karena fungsinya hanya sebagai tempat atau pelindung dari komponen komputer. Sehingga kondisi yang perlu diperhatikan terletak pada kekuatan dan keindahan dari case komputer. Selain itu dalam sebuah case masih terdapat beberapa komponen seperti fan, saklar dan led indikator. Untuk mengetahui kondisi dari komponen ini perlu dilakukan pengecekan langsung di dalam case komputer. Perlu diperhatikan kabel saklar dan led perlu ditata atau diikat dengan rapi . Kebersihan dari case perlu diperhatikan karena case sangat mudah kotor dari debu dan sarang serangga.

b) Diskdrive
Untuk mengetahui kondisi diskdrive dapat dilakukan dengan mencoba memasukkan disket yang bagus dan sudah di coba di diskdrive yang masih bagus. Hasil dari pembacaan disket dapat diamati dari lama tidaknya membaca disket dan suara yang dihasilkan ketika membaca disket. Jika pembacaan file cepat dan suara yang dihasilkan halus maka disk drive dipastikan masih bagus. Dan jika suara yang dihasilkan sangat keras dan sering mengalami kegaagalan dalam membca file, diskdrive sudah mengalami gangguan sehingga perlu dilakukan pengecekan. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan dalam diskdrive yaitu lampu indikator dari disk drive. Lampu indikator ini hanya menyala jika sedang mengakses diskdrive saja. Jika diketahui lampu diskdrive tidak menyala saat mengakses floppy atau menyala terus walaupun tidak mengakses flooppy maka dapat dipastikan diskdrive mengalami gangguan.

c) CD ROM atau CD RW
Untuk mengetahui kondisi CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak, dapat dilakukan dengan memasukkan CD. Dengan memperhatikan kecepatan membaca file dan suara yang dihasilkan ketika membaca sebuah CD dapat diketahui CD ROM atau CD RW masih baik atau tidak. Suara yang bising dan kadang ada suara “krak” perlu diperhatikan kondisi dari CD-ROM atau CD-RW sudah mengalami gejala kerusakan pada bagian mekanik. Sedangkan jika CD mengalami gangguan ketika membaca CD dapat diakibatkan oleh optik kotor atau mengalami kerusakan.

d) Hard disk
Kondisi hard disk dapat dilihat dari dua sisi yaitu software dan hardware. Namun untuk keakuratan dan ketepatan lebih baik jika digunakan software. Dari sisi hardware hanya dapat diketahui kondisi hard disk jika sudah mengalami gejala kerusakan yaitu dari suara hard disk yang mulai berisik saat diakses. Sedangkan dari sisi software dapat diketahui kondisi hardware secara lebih mendalam meliputi kondisi ruang kosong hard disk, fragmentasi file, dan ada tidaknya bad sector pada hard disk. Untuk mengetahui kondisi hard disk dapat digunakan tool yang sudah tersedia dalam sistem operasi windows, yaitu scandisk dan disk defragmenter.

e) VGA Card
Kondisi yang perlu diperhatikan untuk VGA Card yaitu dengan memperhatikan putaran fan pada chipset VGA card tetap lancar tanpa ada bunyi yang berisik. Sedangkan untuk sisi software dapat digunakan tool direct X, dengan tool ini dapat diketahui ada trouble atau tidak.

f) Memori 
Untuk memastikan RAM terpasang dengan benar pastikan tidak adanya bunyi 1,2,dan 3 beep untuk AMI bios, 1-4-1, 14-2, atau 2 beep untuk bios phoenix. Selanjutnya setelah setelah sistem dapat berjalan dengan normal hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan memori oleh sistem. Dengan sebuah tool seperti freeRAM xp pro dapat diketahui kondisi ruang kosong dari RAM, dengan tool ini dapat dilakukan penyegaran terhadap RAM atau pembersihan RAM dari program yang tak terpakai sehingga RAM dapat bekerja optimal.

g) CPU (Central Processing Unit)
Kondisi CPU yang perlu dipantau adalah penggunaan resource dan suhu pada prosessor tersebut. Untuk suhu prosessor dipengaruhi dari heatsink dan fan yang digunakan. Untuk itu kondisi heatsink harus dipastikan menempel erat dengan prosesor, sedangkan untuk fan harus dipastikan dapat berputar dengan lancar dan memiliki puratan minimum 5400 rpm. Satu hal lagi yang sangat penting adalah penggunaan tegangan pada prosesoor atau sering disebut VCORE.

VCORE harus dalam lingkup toleransi, karena jika tegangan kurang atau lebih akan bermasalah pada CPU, semua kondisi di atas dapat dilihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor atau untuk motherboard tertentu sudah menyediakan tool untuk memantau kondisi dari suhu dan tegangan prosesor.

h) Power supply
        Untuk kondisi power supply yang perlu diperhatikan adalah tegangan keluaran 12 volt dan 5 volt nya. Untuk mengetahui tegangan ini dapat digunakan multimeter atau dengan melihat dalam BIOS khususnya pada menu hardware monitor.

i) Motherboard
        Kondisi yang perlu diperhatikan dalam motherboard adalah suhu dan fungsionalitas sistem itu sendiri. Untuk suhu dapat diketahui dari hardware monitor atau mengunakan tool bawaan motherboard. Sedangkan untuk fungsionalitas sistem dapat diketahui dengan melihat tampilan hasil pada device manager.

j) Expansion card     
        Kondisi secara umum yang perku diketahui pada expansion card adalah posisi expansion card yang telah terpasang dengan sempurna pada pca slot ISA atau PCI dengan benar. Jika komponen ini telah terpasang dengan benar maka komponen tersebut akan terdekteksi oleh sistem, dan selanjutnya tinggal menginstall driver yang sesuai. Komponen yang sudah dikenal oleh sistem akan otomatis terdeteksi dan dapat digunakan oleh sistem PC.

Tool atau program check komponen

a) Bios
Bios merupakan firmware yaitu sebuah tool yang telah disediakan dalam motherboard. Cara untuk masuk kedalam bios tergantung dari merk bios yang digunakan. Untuk jenis bios AMI AWARD dengan menekan tombol del saat start komputer, sedangkan untuk bios yang lain dengan menekan F2 atau F1 (tergantung optional di BIOS). Bios dapat digunakan untuk mendeteksi hard disk yang terpasang dan dapat juga digunakan untuk mengetahui kondisi suhu dari CPU, dan motherboard. Selain mendeteksi suhu dapat juga digunakan untuk mendeteksi kecepatan putaran fan CPU dan FAN system motherboard. Tegangan juga dapat diketahui dari bios, tegangan yang dapat dimonitor adalah tegangan pada CPU atau VCORE serta, tegangan 3.3 volt, 5.0 volt dan tegangan 12 volt.

b) Device manger
        Device manager digunakan untuk mengetahui kondisi komponen PC secara menyeluruh. Yaitu kondisi bahwa komponen sudah dapat dideteksi oleh sistem atau kondisi komponen tidak mengalami trouble pada drivernya. Device manager juga dapat digunakan untuk menghidupkan dan mematikan komponen untuk keperluan tertentu. Dari device manager inilah dapat dilakukan update driver

c) Disk defragmenter
Disk defragmenter merupakan tool bawaan windows, tool ini digunakan untuk merawat hard disk dari file yang terfragmentasi. File yang terfragmentasi akan mengurangi space hard disk dan akan memperlambat sistem.

d) DirecxtX
DirectX digunakan untuk mendiagnosis secara keseluruhan komponen yang berhubungan dengan multimedia, seperti VGA card, soundcard, dan LAN card. Selain digunakan untuk mengetahui kondisi di atas directX juga dilengkapi dengan tool yang mampu digunakan untuk mendiagnosa sebuah komponen dalam kondisi trouble atau tidak. Untuk VGA card dilengkapi dengan test directdraw dan test direct3D, untuk sound dan music dilengkapi dengan test direct music dan test direct sound.


e) Scandisk
Scandisk digunakan untuk melakukan perawatan hard disk dan system, meliputi: file alocation table, struktur file, ada tidaknya bad sector dalam hard disk. Tool ini akan otomatis dijalankan saat start ketika terjadi unclean shutdown akibat gagal listrik atau salah menekan tombol power.

f) Free RAM XP pro 1.40
Free RAM XP pro 1.40 merupakan freeware, tool ini digunakan untuk memonitor pengunaan dari resource dari RAM, CPU, virtual memory, penggunaan memory secara menyeluruh dalam sistem, dan lama uptime sebuah komputer.

Melakukan perbaikan peripheral

Langkah Persiapan Perbaikan Periferal  :
§         Mempersiapkan alat-alat bantu yang digunakan untuk perbaikan .
§         Mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang terjadi .
§         Menemukan bagaimana cara melakukan perbaikan periferal tersebut
§         Melakukan perbaikan periferal .

Alat Bantu (Tools Kit)
v      Obeng .
v     Tang.
v     Kuas .
v     Kain kering/tisu dan cairan pembersih
v     Penyedot debu mini atau vakum cleaner.

Obeng
Obeng merupakan alat yang paling penting dalam melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan memasang periferal untuk selanjutnya dilakukan perbaikan. Obeng ada bermacam-macam bentuknya. Mulai dari obeng (+) , obeng (-), serta obeng bintang/kembang. Untuk melakukan perbaikan periferal perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran. 

Tang
Untuk melakukan perbaikan periferal, digunakan tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil.



KUAS
Kuas digunakan untuk membersihkan komponen periferal dari debu dan kotoran-kotoran yang menyebabkan kerusakan. Karena masalah kotoran seringkali menjadi penyebab periferal tidak dapat berfungsi lagi dengan baik.

Penyedot debu mini
Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada fan.

Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan  kotoran yang mungkin sangat sulit untuk dibersihkan dengan memakai kuas atau vacum cleaner. Kotoran atau debu yang sangat tebal dapat menghambat kinerja periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih dapat digunakan untuk membersihkan layar monitor, casing, body monitor, dan body printer.

Langkah Perbaikan Periferal             :

Keyboard
Keyboard Tidak Terdeteksi oleh PC    :
Langkah-langkah melakukan perbaikan:
      Matikan kembali komputer dan cek apakah kabel keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU
      Jika perlu lepas dan tancapkan kembali kabel keyboard tersebut untuk meyakinkan bahwa koneksi sudah tepat
      Jika komputer dihidupkan kembali, dan pesan kesalahan masih mucul,kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak
Jika dengan mengganti keyboard pesan kesalah masih tetap muncul, berarti bukan keyboard yang rusak.tetapi bisa saja port keyboard di motherboard yang rusak.
Masalah pada Tombol Keyboard
§  Kerusakan lain yang sering terjadi pada keyboard adalah tomol keyboard sering macet untuk ditekan,atau tombol keyboard tertekan terus.
§    Hal itu mungkin disebabkan oleh debu yang sudah menumpuk di sela-sela tombol keyboard sehingga mengakibatkan keyboard macet.
§  Untuk mengatasinya,perlu dilakukan pembersihan pada keyboard dengan cara menyedot atau menyemprotnya dengan vacum cleaner atau kuas .
§         Dapat juga dibersihkan dengan kain lab yang dibasahi dengan cairan pembersih.
§      Proses pembersihan dilakukan pada saat komputer mati dan keyboard dilepas dari portnya. 

Mouse
Mouse Tidak Terdeteksi oleh PC:
Analisa pertama sehubung dengan pesan tersebut adalah kabel mouse tidak terhubung dengan baik.
Untuk melakukan perbaikan prosedur yang dilakukan:
§    Mematikan komputer,cek apakah mouse terpasang dengan benar.jika perlu lepas dan pasang kembali mouse tersebut untuk meyakinkan koneksinya.pada saat melepas dan memasang mouse komputer dalam keadaan mati.
§     Setelah itu hidupkan kembali komputer.apabila kesalahan massih muncul lakukan analisa selanjutnya.

Analisa kedua adalah kemungkinan rusaknya driver yang menghubungkan sistem dengan mouse.
Untuk itu perlu pendeteksian ulang driver secara otomatis dengan windows melalui device manager.
Langkah yang dilakukan:
§         Klik kanan my computer pada dekstop windows.
§          Pilih propertise >>hardware>>device manager.


Fan
fan pendingin mati:
Langkah perbaikan:
§   Periksa fan yang terpasang pada cassing apakah kabel power sudah terpasang dengan baik atau belum.
§         Bersihkan kotoran yang ada di sela-sela dalam kipas.
§          Lepas penutup poros fan dan berikan sedikit pelumas agar gerakannya lancer. Jika sambungan kabel power sudah benar dan tidak ada hambatan untuk gerakan fan,kemungkinan fan rusak.
Bunyi fan berisik   :
Langkah perbaikan:
§   Periksa fan yang terpasang pada cassing apakah kabel power sudah terpasang dengan baik atau belum
§         Bersihkan kotoran yang ada di sela-sela dalam kipas
§      Lepas penutup poros fan dan berikan sedikit pelumas agar gerakannya lancar Jika sambungan kabel power sudah benar dan tidak ada hambatan untuk gerakan fan,kemungkinan fan rusak.

Monitor
Monitor adalah output device / alat keluaran yang berfugsi untuk menampilkan gambar pada layar.
Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada Monitor:
a)      Monitor tidak mau menyala.
b)      Monitor menjadi gelap saat loading windows.
c)      Ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan.
d)      Tampilan pada monitor tampak buram.

a. Monitor tidak mau menyala
Jika terjadi hal diatas, maka hal yang perlu dilakukan adalah :
  • Pastikan bahwa tombol power dalam keadaan ON.
  • Jika lampu indikator tidak menyala, lihat kabel power baik pada monitor maupun yang ke arah autlet listrik.Pastikan bahwa pemasangan sudah benar.
  •  Apabila tetap tidak menyala, gantilah dengan kabel power lain.
  • Jika lampu indikator pada monitor hidup dan berwarna orange atau berkedip-kedip, cek kabel video yang menghubungkan monitor dengan CPU apakah sudah terpasang dengan baik dan benar. Pastikan sudah terpasang dengan benar.
  • Apabila dengan pengecekan diatas masalah ini tetap tidak teratasi berarti ada probel pada sinya video board adapter CRT.
b. Monitor menjadi gelap saat loading windows
Jika terjadi hal diatas, maka hal yang perlu dilakukan adalah
  • Lakukan booting windows dalam keadaan safe mode dengan cara menekan F8 saat komputer sedang loading windows.
  • Lakukan instalasi ulang driver VGA Card. Setelah itu pilih jenis monitor yang cocok yang akan menentukan frekuensi maksimal yang akan ditampilkan oleh windows.
c. Ukuran tampilan tidak sesuai dengan keinginan
Jika terjadi hal diatas, maka hal yang perlu dilakukan adalah :
Lakukan klik kanan di sembarang tempat di desktop, kemudian akan muncul beberapa menu, dan pilihlah Properties, maka akan muncul kotak dialog.
Kemudian pilihlah tab Settings, dan ubahlah resolusi sesuai dengan keingan dengan memperbesar ataupun memperkecil nilai yang ada di kotak Screen kita, kemudian klik OK.
d. Tampilan pada monitor tampak buram
Jika terjadi hal diatas, maka hal yang perlu dilakukan adalah :
  Permasalahan ini sering terjadi pada monitor yang berusia lebih dari tiga tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena berhubungan komponen-komponen elektronika didalam monitor maka akan lebih baik jika harus berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Untuk itu perlakukan analisa sebab musabab dari permasalahan tersebut.


Printer
Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus

Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada Printer
a)      Paper Jam.
b)       Cetakan Pada Kertas Kabur.
c)      Berbayang.
d)      Toner Lentur.
e)      Kehilangan Driver pada OS tertentu.
f)        Mencetak dari Paper Tray yang Salah.
g)      Menarik Semua Kertas dari Tray.

a.Paper jam
Paper jam merupakan salah satu masalah yang paling sering terjadi di setiap printer. Printer bisa mengalami paper jam karena: kotor, jenis kertas yang digunakan salah, atau roller yang menggerakkan kertas rusak. Meskipun membersihkan printer secara rutin dan menggunakan kertas yang benar merupakan solusi yang mudah, mengganti roller bisa jadi pekerjaan yang sulit bergantung pada model printer kita. Pada beberapa model, roller mudah diakses, tapi pada model yang lain kita harus membongkar semua untuk mengganti roller.
          Apapun penyebabnya, pada waktu terjadi paper jam, tarik kertas searah dengan jalur keluar kertas karena jika ditarik ke belakang bisa merusak printer. Printer HP tertentu lebih rentan terhadap paper jam dibanding yang lain. Biasanya, printer yang menampung kertas secara vertikal sering mengalami paper jam. Printer model ini tidak didesain untuk pemakaian intensif, tetapi banyak organisasi yang menggunakan mareka pada sistem stand-alone dan harus waspada terhadap masalah ini.

b. Cetakan Pada Kertas Kabur
Cetakan kabur biasanya terjadi karena salah satu kondisi berikut: toner/tinta printer sudah mulai habis, ketebalan cetak terlalu rendah, economode printing diaktifkan. Untuk dua kondisi terakhir kita bisa melihatnya dari printer self-test (biasanya ada tombol terpisah pada printer). Jika economode diaktifkan, dan user mengeluh bahwa hasil cetak kabur, nonaktifkan dan/atau set ketebalan cetak lebih tinggi. Jika toner/tinta mulai habis, menggoyang-goyangkan cartridge supaya toner/tinta lebih merata bisa mengatasi masalah secara sementara sampai kita mengganti cartridge.


c.Berbayang
Berbayang merupakan kondisi dimana gambar tercetak dengan baik, tapi ada gambar sama yang lebih terang yang juga tercetak. Ini bisa terjadi karena outlet listrik yang mensuplai listrik ke printer. Cek outlet listrik dengan menghubungkan printer lain untuk melihat apakah masalah yang sama muncul. Berbayang juga bisa disebabkan karena penggunaan spare part berkala yang hampir habis masa pakainya (misalnya drum atau imaging kit). Semua spare part berkala mempunyai masa pakai untuk sejumlah kertas tertentu. Begitu printer mencapai angka yang ditentukan, kita harus mengganti spare part tersebut untuk menghilangkan bayangan.

d. Toner Lentur
Jika hasil cetak luntur pada waktu disentuh dengan tangan, ada beberapa kemungkinan yang penyebabnya. Pertama, fuser rusak atau hampir habis masa pakainya. Solusinya adalah dengan menggantinya. Memperbaiki fuser tidak dianjurkan karena fuser termasuk spare part berkala dan tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk memperbaikinya. Kedua, toner cartrigde mungkin rusak sehingga terlalu banyak toner yang keluar. Pada printer laser hitam-dan-putih, solusinya adalah dengan mengganti toner cartrigde. Pada printer laser warna, ganti cartrigde yang bermasalah. Ketiga, ada toner yang tumpah di printer. Jika ya, kita harus membersihkannya.

e Kehilangan Driver pada OS tertentu.
Begitu operating system baru dirilis, driver baru untuk printer eksisting juga akan dirilis. Namun, tidak semua printer mempunyai driver untuk setiap OS. Pada kasus ini, yang terbaik adalah mengacu ke manual printer dan cari driver apa yang bisa menyimulasikan printer eksisting. Meskipun tidak semua fungsi printer tersedia pada waktu simulasi, paling tidak masih bisa mencetak biasa. Sebagai contoh, sebagian besar printer HP masih bisa mencetak dengan driver HP LaserJet II, meskipun opsi tertentu, seperti duplexing, tidak akan bekerja.

f. Mencetak dari Paper Tray yang Salah
Lihat dua tempat untuk memperbaiki error ini. Pertama, lihat pada PC yang mencetak. Kedua, lihat printer. Jika aplikasi diset ke paper tray yang salah, kita bisa memperbaikinya dari dalam aplikasi dengan mengklik Printer Properties dan cari opsi pemilihan tray. Pada printer, pastikan ukuran kertas di paper tray sudah cocok dengan yang di control panel.

g. Menarik Semua Kertas dari Tray
Jika printer menarik semua kertas dari tray (bukannya satu lembar), maka kemungkinan besar pad yang bertanggung jawab untuk memisahkan kertas sudah rusak dan perlu diganti. kita bisa memesan dan menginstalasi pad baru tanpa harus mengirim printer ke tempat reparasi. Selain itu, bisa juga disebabkan karena kertas basah akibat kelembapan. Pastikan kertas tersimpan dengan baik dan kibas-kibaskan sebelum dimasukkan ke dalam printer.

Friday, February 15, 2013

Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Sistem PC


1. Pemeriksaan PC Melalui Diagnosa Sistem
Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada
komputer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu :
-POST (Power-On Self-Test)
- Diagnosa umum (routine)
-Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan

1) Langkah-langkah POST
Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
Kode kesalahan :  dua sampai lima digit angka
Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa
                              pesan yang menunjukkan problemnya)
Kode beep : suara beep berurutan
Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard.

Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanyapengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb. Adapun langkah-langkah POST adalah sbb :
a) Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register 
     internal
b) Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil
     checksum LSB harus nol.
c) Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada
     akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
d) Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register
     pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai
     siklus memori refresh.
e) Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH,
     01H, 00H tulis dan baca kembali.
f) Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode
    interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
g) Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi,
    menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
h) Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
2) Diagnosa umum
Diagnosa ini meliputi :
- konfigurasi sistem, perubahan                                                            
- konfigurasi sistem, dan format disk.

3) Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan
Diagnosa ini meliputi tiga kategori, yaitu :
      a) software (bad command or file name, disk not ready, internal error,  
          overflow)
      b) configuration error code (configuration too large for memory, 201 error
          system unit, 601 parity chech x)
      c) system lockup.

2. Troubleshooting Motherboard
Untuk mencari atau menentukan jenis kerusakan yang ada pada PC diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi hardware pada komputer.
Pemeriksaan ini meliputi :
-POST (Power-On Self-Test),
- diagnosa umum (routine),
-  dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan.

Dari hasil pemeriksaan ini maka akan diketahui lokasi kerusakan dan jenis komponen yang rusak untuk kemudian dilakukan perbaikan terhadap bagian yang mengalamai kerusakan tersebut.
1. Troubleshooting Motherboard
a)     Permasalahan yang mungkin terjadi

Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah.
-  Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan  DC.
- Cek sambungan kabel keyboard.
- Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
-  Cek konfigurasi setting CMOS
-   Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
-  Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O
-Cek sambungan saklar reset
-  Cek posisi kunci keyboard
-  Cek semua IC yang terpasang
- Cek disket boot di drive A
- Cek sambungan speaker

Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung ke slot I/O.
b) Procedure Diagnosa dan Troubleshooting
(1) Cek 1. Power Supply
Cek level tegangan power supply pada slot I/O

Diagnosa
-  Apakah card utama tersambung dengan baik ?
- Apakah kipas power supply berputar ?
-  Apakah sambungan P8 dan P9 tersambung dengan baik ?
Jika level tegangan tidak ada pada pin sambungan P8 dan P9 power supply, maka
permasalahan ada pada rangkaian power supply. Perbaiki power supply dengan cara
mengganti dengan power supply yang baru.

(2) Cek 2. Signal clock
Ukur signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK pada pin slot I/O dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa
- Jika tidak ada signal CLK, OSC, PCLK, cek kristal dan rangkaian pembangkit clock.
-  Jika RESET DRV selalu tinggi, periksa signal power good, rangkaian power on reset
dan kondisi saklar reset manual.
-Jika tidak ada signal I/O CH RDY dan I/O CH CHK lepas dan periksa semua daughter
boards. Jika masih bermasalah, permasalahan ada pada motherboard dan tempat
rangkaian. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard
yang baru.
(3) Cek 3. CPU dan DMA
Cek signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN dengan memakai logic probe atau
osiloskope.

Diagnosa
-Apabila signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW bukan pulsa, cek motherboard
bagian 
CPU
- Apabila signal AEN bukan pulsa, cek bagian DMA. Cara perbaikannya adalah gantilah 
motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.

(4) Cek 4. Cek Keyboard
- Cek signal KBCLK, KBDATA pada keyboard
-  Reset sistem dan tekan kunci pada keyboard cek signal pada jalur data keyboard
Diagnosa
-  Jika KBCLK dan KBDATA ada dari keyboard kerusakan ada pada jalur motherboard.
Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.
- Jika KBCLK dan KBDATA tidak ada dari keyboard kerusakan ada pada keyboard.

3. Troubleshooting Power Supply
-  Cek keberadaan sumber tegangan dari jala-jala, jika tidak ada (berarti kerusakan ada
pada sumber tegangan/mati perbaiki jalajala/ tunggu hingga hidup), jika ada lakukan
pengecekan berikutnya.
-  Cek kabel power dan konektor dengan memakai multimeter. Jika putus sambung/ganti
dengan kabel yang masih baik, jika baik lakukan pengecekan berikutnya.
-  Cek kipas apakah berputar, jika ya/tidak lakukan pengecekan berikutnya.
- Cek semua pin tegangan keluaran DC pada konektor, jika normal dan kipas tidak
berputar periksa kabel dan konektor kipas jika baik ganti kipas, jika tidak ada tegangan
keluaran lakukan pengecekan berikutnya.
- Cek saklar on/off pada power supply. Jika rusak ganti dengan yang baik, jika baik ganti
power supply yang baik atau lakukan pengecekan berikutnya.
- Cek soldiran, jalur, sambungan komponen, dan komponen elektronik (komponen aktif
Dioda, transistor atau SCR dan komponen pasip : resistor, kapasitor, PTC, sekering). Jika
ada yang rusak ganti dengan yang baik.
-Jika tegangan tidak stabil kemungkinan kerusakan pada kondensator elektronik setelah
dioda penyearah dari sumber 110/220V.
-  Jika Tegangan keluaran +12V naik/drop kemungkinan kerusakan pada kondensator
elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.
-  Jika Tegangan keluaran +5V tidak ada kemungkinan kerusakan pada dioda penyearah
atau kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.
- Signal power good tidak ada kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian power good
berupa kerusakan kondensator elektrolit/diode/transistor/ resistor.

4. Troubleshooting Keyboard
Beberapa model keyboard, yaitu :
- 83-Key PC Keyboard
- 84-Key AT Keyboard
-  84-Key Space-Saving Keyboard
-  101-Key Keyboard
-  Other Keyboard Styles
Setiap tombol/kunci pada keyboard IBM dinyatakan dengan empat pengenal :
- Karakter yang diperlihatkan pada permukaan penutup  kunci
-Kode karakter dari setiap karakter penutup kunci
-  Kuncinya kode pembacaan
-  Angka desimal tempat kunci
Kunci-kunci pada keyboard dapat terganggu atau tidak berfungsi karena :
-  tersumbat kotoran
-  per atau plat saklarnya lemah
- jalurnya putus
-  rusaknya chip yang ada didalamnya

Untuk mengatasi hal tersebut, maka keyboard perlu dirawat dengan cara :
1) menghindari masuknya kotoran dan binatang ke keyboard
2) memberikan sirkulasi udara yang cukup pada keyboard
Jika terjadi gangguan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1) melepas penutup kunci
2) membersihkan semua kotoran yang ada di dalamnya
3) memperbaiki per atau plat kunci yang terganggu
4) menutup kembali penutup kunci seperti semula

a) Troubleshooting Keyboard
Pengecekan secara umum fungsi keyboard adalah :
-  Periksa saklar XT/AT (saklar harus pada posisi AT untuk sambungan ke sistem AT)
-  Periksa kunci keyboard pada panel depan sistem apakah dalam kondisi terbuka
-  Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan sistem board.
Sambungan yang kurang baik akan menimbulkan masalah.
-  Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip
b) Kemungkinan Kerusakan
1) Keyboard tidak beroperasi penuh
2) Beberapa kunci tidak berfungsi
3) Kunci rusak atau tertekan
4) Kerusakan interface keyboard
5) Kerusakan konektor keyboard
6) Kerusakan kabel keyboard
c) Prosedur dan Troubleshooting
1) Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada
keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Atau dapat juga disebabkan oleh
rangkaian interface dalam unit sistem rusak. Untuk mengisolasi daerah kerusakan dengan
mudah dapat dilakukan dengan cara menyambungkan keyboard yang baik ke unit sistem,
jika masalahnya hilang maka kerusakan pada keyboard dan jika tidak maka kerusakan
pada rangkaian interface di unit sistem.
2) Rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard atau jalur PCB putus
atau soldiran kering atau kontak lepas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengganti
keyboard yang baik.
3) Pir saklar putus atau tertekan. Untuk itu perlu diganti.
4) Chipset keyboard pada motherboard. Untuk ini ganti IC chipset (SMD IC) atau ganti
motherboard yang baik.
5) Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan. Untuk itu ganti konektor
keyboard.
6) Kabel keyboard putus dicek dengan memakai multimeter, kemudian disambung.
d) Pemakaian Software Diagnostik
Untuk pengetesan fungsi keyboard dapat memakai software checkit, QA plus, PC tools,
dan Norton utilities. Fasilitas yang diberikan pada software ini adalah pengecekan ditekan
atau tidak tombol-tombol kunci keyboard.
5. Troubleshooting Floppy Disk Drive
danHarddisk
1. Troubleshooting Floppy Disk drive atau hard disk

a) Kerusakan pada floppy disk drive
-  Sistem menampilkan direktori disket yang tidak sesuai
- Sistem tidak dapat membaca dari semua drive
-  salah sewaktu pembacaan disket yang ditulis pada PC yang lain
b) Kerusakan pada hard disk
-  Sistem tidak dapat booting dari hard disk
- Kinerja disk menurun
c) Prosedur diagnosa dan trouble shooting floppy disk drive
- Ketika sistem membaca disket dalam floppy drive yang pertama, informasi pada FAT
dan 
root directory akan disalin ke memori Salinan ini akan disegarkan dengan isi pembacaan
disket 
lain yang baru. Penggantian diskete mengakibatkan berubahnya baris pengubah disk.
Jika 
terjadi masalah jenis ini, cek setting jumper pada baris pengubah disk.
-  Cek kabel data dan power (periksa nyala lampu LED pada drive)
-  Head drive kotor (bersihkan head drive dengan pembersih head)
-  Kemungkinan kerusakan pada rangkaian logic drive (coba ganti dengan drive lain)
- Kemungkinan kerusakan pada controller (coba ganti controller yang lain)
d) Prosedur diagnosa dan trouble shooting hard disk
-  Setting type drive pada CMOS tidak sesuai atau hilang (jalankan SETUP and autodetect
type hard disk)
-  Boot track corrupted (install ulang boot track dengan memakai perintah SYS)
- BUFFERS pada CONFIG.SYS diset terlalu kecil (tambah/naikkan nilai BUFFERS
dalam CONFIG.SYS)
-  Jalankan program SCANDISK untuk mengatur data dalam hard disk.
-Interleave tidak sesuai (lakukan low-level format)


Bab III :
Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Sistem PC

1. Pemeriksaan PC Melalui Diagnosa Sistem
Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada
komputer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu :
-POST (Power-On Self-Test)
- Diagnosa umum (routine)
-Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan

1) Langkah-langkah POST
Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
Kode kesalahan :  dua sampai lima digit angka
Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa
                              pesan yang menunjukkan problemnya)
Kode beep : suara beep berurutan
Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard.

Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanyapengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb. Adapun langkah-langkah POST adalah sbb :
a) Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register 
     internal
b) Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil
     checksum LSB harus nol.
c) Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada
     akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
d) Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register
     pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai
     siklus memori refresh.
e) Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH,
     01H, 00H tulis dan baca kembali.
f) Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode
    interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
g) Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi,
    menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
h) Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
2) Diagnosa umum
Diagnosa ini meliputi :
- konfigurasi sistem, perubahan                                                            
- konfigurasi sistem, dan format disk.

3) Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan
Diagnosa ini meliputi tiga kategori, yaitu :
      a) software (bad command or file name, disk not ready, internal error,  
          overflow)
      b) configuration error code (configuration too large for memory, 201 error
          system unit, 601 parity chech x)
      c) system lockup.

2. Troubleshooting Motherboard
Untuk mencari atau menentukan jenis kerusakan yang ada pada PC diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi hardware pada komputer.
Pemeriksaan ini meliputi :
-POST (Power-On Self-Test),
- diagnosa umum (routine),
-  dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan.

Dari hasil pemeriksaan ini maka akan diketahui lokasi kerusakan dan jenis komponen yang rusak untuk kemudian dilakukan perbaikan terhadap bagian yang mengalamai kerusakan tersebut.
1. Troubleshooting Motherboard
a)     Permasalahan yang mungkin terjadi

Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah.
-  Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan  DC.
- Cek sambungan kabel keyboard.
- Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
-  Cek konfigurasi setting CMOS
-   Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
-  Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O
-Cek sambungan saklar reset
-  Cek posisi kunci keyboard
-  Cek semua IC yang terpasang
- Cek disket boot di drive A
- Cek sambungan speaker

Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung ke slot I/O.
b) Procedure Diagnosa dan Troubleshooting
(1) Cek 1. Power Supply
Cek level tegangan power supply pada slot I/O

Diagnosa
-  Apakah card utama tersambung dengan baik ?
- Apakah kipas power supply berputar ?
-  Apakah sambungan P8 dan P9 tersambung dengan baik ?
Jika level tegangan tidak ada pada pin sambungan P8 dan P9 power supply, maka
permasalahan ada pada rangkaian power supply. Perbaiki power supply dengan cara
mengganti dengan power supply yang baru.

(2) Cek 2. Signal clock
Ukur signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK pada pin slot I/O dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa
- Jika tidak ada signal CLK, OSC, PCLK, cek kristal dan rangkaian pembangkit clock.
-  Jika RESET DRV selalu tinggi, periksa signal power good, rangkaian power on reset
dan kondisi saklar reset manual.
-Jika tidak ada signal I/O CH RDY dan I/O CH CHK lepas dan periksa semua daughter
boards. Jika masih bermasalah, permasalahan ada pada motherboard dan tempat
rangkaian. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard
yang baru.
(3) Cek 3. CPU dan DMA
Cek signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN dengan memakai logic probe atau
osiloskope.

Diagnosa
-Apabila signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW bukan pulsa, cek motherboard
bagian 
CPU
- Apabila signal AEN bukan pulsa, cek bagian DMA. Cara perbaikannya adalah gantilah 
motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.

(4) Cek 4. Cek Keyboard
- Cek signal KBCLK, KBDATA pada keyboard
-  Reset sistem dan tekan kunci pada keyboard cek signal pada jalur data keyboard
Diagnosa
-  Jika KBCLK dan KBDATA ada dari keyboard kerusakan ada pada jalur motherboard.
Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.
- Jika KBCLK dan KBDATA tidak ada dari keyboard kerusakan ada pada keyboard.

3. Troubleshooting Power Supply
-  Cek keberadaan sumber tegangan dari jala-jala, jika tidak ada (berarti kerusakan ada
pada sumber tegangan/mati perbaiki jalajala/ tunggu hingga hidup), jika ada lakukan
pengecekan berikutnya.
-  Cek kabel power dan konektor dengan memakai multimeter. Jika putus sambung/ganti
dengan kabel yang masih baik, jika baik lakukan pengecekan berikutnya.
-  Cek kipas apakah berputar, jika ya/tidak lakukan pengecekan berikutnya.
- Cek semua pin tegangan keluaran DC pada konektor, jika normal dan kipas tidak
berputar periksa kabel dan konektor kipas jika baik ganti kipas, jika tidak ada tegangan
keluaran lakukan pengecekan berikutnya.
- Cek saklar on/off pada power supply. Jika rusak ganti dengan yang baik, jika baik ganti
power supply yang baik atau lakukan pengecekan berikutnya.
- Cek soldiran, jalur, sambungan komponen, dan komponen elektronik (komponen aktif
Dioda, transistor atau SCR dan komponen pasip : resistor, kapasitor, PTC, sekering). Jika
ada yang rusak ganti dengan yang baik.
-Jika tegangan tidak stabil kemungkinan kerusakan pada kondensator elektronik setelah
dioda penyearah dari sumber 110/220V.
-  Jika Tegangan keluaran +12V naik/drop kemungkinan kerusakan pada kondensator
elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.
-  Jika Tegangan keluaran +5V tidak ada kemungkinan kerusakan pada dioda penyearah
atau kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.
- Signal power good tidak ada kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian power good
berupa kerusakan kondensator elektrolit/diode/transistor/ resistor.

4. Troubleshooting Keyboard
Beberapa model keyboard, yaitu :
- 83-Key PC Keyboard
- 84-Key AT Keyboard
-  84-Key Space-Saving Keyboard
-  101-Key Keyboard
-  Other Keyboard Styles
Setiap tombol/kunci pada keyboard IBM dinyatakan dengan empat pengenal :
- Karakter yang diperlihatkan pada permukaan penutup  kunci
-Kode karakter dari setiap karakter penutup kunci
-  Kuncinya kode pembacaan
-  Angka desimal tempat kunci
Kunci-kunci pada keyboard dapat terganggu atau tidak berfungsi karena :
-  tersumbat kotoran
-  per atau plat saklarnya lemah
- jalurnya putus
-  rusaknya chip yang ada didalamnya

Untuk mengatasi hal tersebut, maka keyboard perlu dirawat dengan cara :
1) menghindari masuknya kotoran dan binatang ke keyboard
2) memberikan sirkulasi udara yang cukup pada keyboard
Jika terjadi gangguan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1) melepas penutup kunci
2) membersihkan semua kotoran yang ada di dalamnya
3) memperbaiki per atau plat kunci yang terganggu
4) menutup kembali penutup kunci seperti semula

a) Troubleshooting Keyboard
Pengecekan secara umum fungsi keyboard adalah :
-  Periksa saklar XT/AT (saklar harus pada posisi AT untuk sambungan ke sistem AT)
-  Periksa kunci keyboard pada panel depan sistem apakah dalam kondisi terbuka
-  Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan sistem board.
Sambungan yang kurang baik akan menimbulkan masalah.
-  Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip
b) Kemungkinan Kerusakan
1) Keyboard tidak beroperasi penuh
2) Beberapa kunci tidak berfungsi
3) Kunci rusak atau tertekan
4) Kerusakan interface keyboard
5) Kerusakan konektor keyboard
6) Kerusakan kabel keyboard
c) Prosedur dan Troubleshooting
1) Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada
keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Atau dapat juga disebabkan oleh
rangkaian interface dalam unit sistem rusak. Untuk mengisolasi daerah kerusakan dengan
mudah dapat dilakukan dengan cara menyambungkan keyboard yang baik ke unit sistem,
jika masalahnya hilang maka kerusakan pada keyboard dan jika tidak maka kerusakan
pada rangkaian interface di unit sistem.
2) Rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard atau jalur PCB putus
atau soldiran kering atau kontak lepas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengganti
keyboard yang baik.
3) Pir saklar putus atau tertekan. Untuk itu perlu diganti.
4) Chipset keyboard pada motherboard. Untuk ini ganti IC chipset (SMD IC) atau ganti
motherboard yang baik.
5) Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan. Untuk itu ganti konektor
keyboard.
6) Kabel keyboard putus dicek dengan memakai multimeter, kemudian disambung.
d) Pemakaian Software Diagnostik
Untuk pengetesan fungsi keyboard dapat memakai software checkit, QA plus, PC tools,
dan Norton utilities. Fasilitas yang diberikan pada software ini adalah pengecekan ditekan
atau tidak tombol-tombol kunci keyboard.
5. Troubleshooting Floppy Disk Drive
danHarddisk
1. Troubleshooting Floppy Disk drive atau hard disk

a) Kerusakan pada floppy disk drive
-  Sistem menampilkan direktori disket yang tidak sesuai
- Sistem tidak dapat membaca dari semua drive
-  salah sewaktu pembacaan disket yang ditulis pada PC yang lain
b) Kerusakan pada hard disk
-  Sistem tidak dapat booting dari hard disk
- Kinerja disk menurun
c) Prosedur diagnosa dan trouble shooting floppy disk drive
- Ketika sistem membaca disket dalam floppy drive yang pertama, informasi pada FAT
dan 
root directory akan disalin ke memori Salinan ini akan disegarkan dengan isi pembacaan
disket 
lain yang baru. Penggantian diskete mengakibatkan berubahnya baris pengubah disk.
Jika 
terjadi masalah jenis ini, cek setting jumper pada baris pengubah disk.
-  Cek kabel data dan power (periksa nyala lampu LED pada drive)
-  Head drive kotor (bersihkan head drive dengan pembersih head)
-  Kemungkinan kerusakan pada rangkaian logic drive (coba ganti dengan drive lain)
- Kemungkinan kerusakan pada controller (coba ganti controller yang lain)
d) Prosedur diagnosa dan trouble shooting hard disk
-  Setting type drive pada CMOS tidak sesuai atau hilang (jalankan SETUP and autodetect
type hard disk)
-  Boot track corrupted (install ulang boot track dengan memakai perintah SYS)
- BUFFERS pada CONFIG.SYS diset terlalu kecil (tambah/naikkan nilai BUFFERS
dalam CONFIG.SYS)
-  Jalankan program SCANDISK untuk mengatur data dalam hard disk.
-Interleave tidak sesuai (lakukan low-level format)